Sabtu, 26 Juni 2021

Laporan Bacaan Tentang Kultur Sekolah, Aktivitas Siswa dan Pembelajaran.

 

Nama                          : Milda

Nim                             : 11901035

Kelas                           : PAI 4E        

Mata Kuliah              : Magang 1

Dosen Pengampu      : Farninda Aditya, M.Pd.

 

Laporan Bacaan Tentang Kultur Sekolah, Aktivitas Siswa dan Pembelajaran

1.      Kultur Sekolah

Berdasarkan dari bacaan yang saya baca pada sebuah Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 No. 1, 2013 Kultur Sekolah oleh Ariefa Efianingrum atau sumber linknya (https://jurnal.ugm.ac.id/jps/article/view/23404/pdf). Pada jurnal ini membahas tentang Pengertian Kultur Sekolah, Implikasi Kultur Sekolah dalam Perbaikan Sekolah, Aneka dan Praktik Pengembangan Kultur Sekolah.

Pengertian Kultur Sekolah dapat saya simpulkan yaitu Budaya sekolah merupakan himpunan norma-norma, nilai-nilai dan keyakinan, ritual dan upacara, simbol dan cerita yang membentuk persona sekolah. Budaya sekolah juga merupakan cara berpikir tentang sekolah dan berurusan dengan budaya dimana mereka bekerja. Budaya sekolah merupakan jaringan tradisi dan ritual yang kompleks, yang telah dibangun dari waktu ke waktu oleh guru, siswa, orangtua, dan administrator yang bekerja sama dalam menangani krisis dan prestasi. Dalam perjalanannya, sekolah juga memiliki kebiasaan dan upacara-komunal untuk merayakan keberhasilan, untuk memberikan kesempatan selama transisi kolektif, dan untuk mengakui kontribusi masyarakat terhadap sekolah. Budaya sekolah juga meliputi simbol dan cerita yang mengkomunikasikan nilai-nilai inti, memperkuat misi, membangun komitmen, dan rasa kebersamaan. Simbol adalah tanda lahiriyah nilai. Cerita merupakan representasi sejarah dan makna kelompok. Dalam budaya positif, fitur tersebut memperkuat proses pembelajaran, komitmen, dan motivasi, karena menjamin para anggota konsisten dengan visi sekolah. Selain itu dalam kultur atau kebudayaan sekolah memiliki unsur penting mulai dari yang abstrak/non-material hingga yang konkrit/material, yaitu:

1.      Nilai-nilai moral, sistem peraturan, dan iklim kehidupan sekolah.

2.      Pribadi-pribadi yang merupakan warga sekolah yang terdiri atas siswa, guru, non teaching specialist, dan tenaga administrasi.

3.      Kurikulum sekolah yang memuat gagasan-gagasan maupun fakta-fakta yang menjadi keseluruhan program pendidikan.

4.      Letak, lingkungan, dan prasarana fisik sekolah gedung sekolah, mebelair, dan perlengkapan lainnya.

Kemudian implikasi kultur sekolah dalam perbaikan sekolah juga menjadi peranan penting dalam menunjukkan betapa berpengaruhnya kultur sekolah terhadap berjalannya fungsi sekolah. Dalam kultur sekolah terdapat aspek-aspek kultur sekolah yang berpengaruh terhadap fungsi sekolah, yaitu sebagai berikut :

a.       Visi dan Nilai (Vision and Values)

Visi merupakan citra ideal dan unik tentang masa depan atau orientasi masa depan terhadap kondisi ideal yang dicita-citakan. Sedangkan nilai terdapat dua kategori nilai, yaitu nilai intrinsik dan nilai instrumental. Nilai intrinsik merupakan nilai yang ditegakkan tanpa memperhatikan untung/rugi, misalnya: nilai patriotisme. Sedangkan nilai instrumental merupakan nilai yang didukung karena menguntungkan, misalnya produktivitas. Visi misi tujuan dan nilai-nilai dalam budaya merupakan unsur yang penting. Pentingnya tujuan bermakna norma-norma yang positif, dan nilai-nilai yang dipegang teguh untuk menambahkan semangat dan vitalitas untuk perbaikan sekolah.

b.      Upacara dan Perayaan (Ritual and Ceremony)

Upacara, tradisi, dan perayaan sekolah bermanfaat dalam membangun jaringan informal yang relevan dengan budaya. Dalam upacara dan perayaan yang berlangsung biasanya perangkat sekolah baik itu mulai dari siswa-siswi, para guru, kepala sekolah dan anggota komite sekolah saling berinteraksi untuk menjalin kerjasama yang baik demi kemajuan sekolah. Jadi dalam kegiatan atau acara ini dapat meningkatkanvisi dan  semangat (spirit) sekolah untuk perbaikan sekolah.

c.       Sejarah dan Cerita (History and Stories)

Sejarah merupakan suatu hal yang sangat melekat akan budaya sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya sejarah dapat meningkatkan perbaikan sekolah.

d.      Arsitektur dan Artefak (Architecture and Artifacts)

Sekolah pasti mempunyai simbol yang sangat khas yaitu seperti seragam sekolah, motto, logo, arsitektur, lagu (mars/hymne), kata-kata motivasi dan tindakan yang mencerminkan visi dan misi sekolah. Hal ini yang menjadi ciri-ciri yang menonjol dan merupakan aspek-aspek dari bagian kultur sekolah. Dengan adanya arsitektur atau simbol dari sekolah inilah yang membuat sekolah dikenal dengan cara yang berbeda.

Selain pengertian kultur sekolah dan implikasi kultur sekolah dalam perbaikan sekolah tentunya ada tindakan atau praktik pengembangan kultur sekolah untuk kemajuan sekolah tersebut. Pengembangan kutur sekolah dapat dilakukan melalui berbagai macam tindakan yaitu sebagai berikut :

1.      Melalui Prestasi Akademik

Tak asing lagi bagi kita apalagi sebagai calon pendidik bahwa prestasi akademik merupakan suatu peningkatan perkembangan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran yang sangat dihargai oleh sekolah. Prestasi akademik yang didapatkan oleh peserta didik merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bagi pendidik, karena telah berhasil mendidik siswa-siswinya berkembang dengan signifikan dengan menoreh sebuah prestasi sekolah baik itu prestasi dalam mata pelajaran, juara kelas maupun juara tingkat sekolah dan menjadi suatu kebanggaan bagi kedua orang tua. Prestasi akademik sangat menunjang pengembangan kultur sekolah, karena tujuan dari sekolah ialah mencerdaskan anak bangsa tanpa diskriminasi.

2.      Melalui Prestasi Non-Akademik

Selain melalui prestasi akademik, dalam kultur sekolah prestasi yang menunjang siswa-siswinya untuk berkembang ialah melalu prestasi non-akademik yang dapat diasah secara maksimal melalui bakat dan minat peserta didik. Prestasi non-akademik dapat dikembangkan melalui seni, olahraga, organisasi-organisasi sekolah dan lainnya yang merupakan bagian dari kultur sekolah. Kegiatan dalam mengembangkan bakat dan minat ini sering disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler.

3.      Melalui Karakter

Karakter peserta didik merupakan suatu bagian terpenting yang harus diperhatikan oleh sekolah terutama para pendidik. Karakter menjadi bagian terpenting dalam menentukan keberhasilan peserta didik kedepannya. Karakter mencakup sikap dan moral peserta didik. Apabila peserta didik memiliki karakter yang bagus maka karakter tersebut akan menjadi kebiasaan peserta didik ketika berinteraksi atau bergaul dengan masyarakat ataupun lingkungan sekitarnya. Begitu pula sebaliknya, jika peserta didik memiliki karakter yang buruk disekolah, maka karater tersebut akan menjadi kebiasaan yang buruk pula ketika peserta didik sudah berada dilingkungan sekitarnya.

4.      Melalui Kelestarian Lingkungan Hidup

Dengan budaya sekolah seperti kegiatan meningkatkan kelestarian hidup ini, peserta didik diajarkan bagaimana menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan baik dan benar. Sehingga peserta didik memiliki kesadaran betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan menjelaskan bahaya jika tidak menjaga kelestarian lingkungan hidup yang dapat merugikan semua makhluk hidup. Dengan memberikan contoh jika membuang sampah sembarangan, maka akibat dari membuang sampah secara sembarangan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah dan lainnya. Karena tumpukan sampah menjadi sarang bagi lalat dan nyamuk sehingga dapat menimbulkan berabagai penyakit.

 

2.      Aktivitas Siswa

Berdasarkan dari sebuah artikel yang ditulis oleh Desi Sumiati dengan judul Studi Tentang Aktivitas Belajar Siswa dalam Pembelajaran, dapat saya pahami tentang apa itu pengertian aktivitas belajar siswa dan upaya apa saja yang perlu diberikan oleh seorang peserta didik untuk mengaktifkan aktivitas siswa. Berikut ini uraiannya :

Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu, Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar juga merupakan proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu, indikator belajar ditujukan dengan perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang berupa keterampilan sikap, kebiasaan, kecakapan, atau pemahaman. Belajar menurut pandangan B.F. Skiner (1958) adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progressif.Belajar juga dipahami sebagai suatu perilaku ,pada saat orang belajar maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya bila ia tidak belajar, maka responnya menurun. Jadi belajar ialah suatu perubahan dalam kemungkinan aatau peluang terjadinya respon.Seorang anak belajar sungguh-sungguh dengan demikian pada waktu ulangan siswa tersebut dapat menjawab semua soal dengan benar. Atas hasil belajarnya yang baik itu dia mendapatkan nilai yang baik,karena mendapatkan nilai yang baik ini maka anak akan belajar lebih giat lagi.( Sagala,Syaiful : 14 ). Dari pendapat yang telah dikemukakan jelaslah bahwa belajar merupakan suatu kegiatan yang dapat mengubah diri seseorang yang dinyatakan dalam bertingkah laku yang berdasarkan pada pengalaman individu itu sendiri, dan latihan yang dilaksanakanya, perubahan dalam arti menuju perkembangan pribadi individu seutuhnya.

Selanjutnya, Menurut Mulyono (2001) aktivitas artinya kegiatan/keaktifan, jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non fisik merupakan suatu aktivitas, pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri, pada umumnya pengajaran modern lebih menitikberatkan pada asas aktivitas. Menurut Slameto (1995) dalam proses pembelajaran guru perlu menimbulkan aktivitas siswa dalam berpikir maupun berbuat. Penerimaan pelajaran jika dengan aktivitas siswa sendiri, kesan itu tidak akan berlalu begitu saja tetapi dipikirkan diolah kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk yang berbeda, atau siswa akan bertanya, mengajukan pendapat, menimbulkan diskusi dengan guru. Dalam berbuat siswa dapat menjalankan perintah, melaksanakan tugas, membuat grafik, diagram, inti sari dari pelajaran yang disajikan oleh guru, bila siswa menjadi partisipasi yang aktif maka ia memiliki ilmu pengetahuan itu dengan baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan siswa dalam mengikuti pembelajaran sehingga menimbulkan perubahan perilaku belajar pada diri siswa, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu atau dari tidak mampu melakukan kegiatan menjadi mampu melakukan kegiatan. Aktivitas siswa juga merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam kelas pada saat proses pembelajaran yang menghasilkan suatu perilaku yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan kata lain siswa dituntut untuk aktif dalam menangkap/menerima materi pelajaran dengan cara: aktif pada saat proses pembelajaran, aktif membaca ketika diberi kesempatan membaca, aktif mengacungkan tangan saat guru memberi pertanyaan, aktif memberikan pendapat ketika diberi kesempatan mengeluarkan pendapat, dan aktif bertanya ketika diberi kesempatan bertanya.

Kemudian, upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam kelas yaitu :

1.      Selalu memberikan siswa kesempatan untuk melakukan segala aktivitas belajar siswa dalam kelas.

2.      Membuat media pembela-jaran semenarik mungkin untuk menarik perhatian siswa untuk aktif dalam kelas.

3.      Pengelolaan kelas dengan penguasaan materi harus dimiliki seorang guru untuk melibatkan siswa aktif dalam kelas.

4.      Menanamkan sikap penuh kesabaran dalam melak-sanakan pembelajaran.

5.      Siswa-siswa juga harus menggunakan kesempatan untuk aktif belajar yang diberikan guru dalam kelas.

6.      Perlunya bimbingan sewaktu siswa belajar dan memberikan petunjuk tentang cara-cara belajar yang efesien.

 

3.      Pembelajaran

Dari artikel yang sama tentang aktivitas belajar siswa, dapat saya uraikan bahwa pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan, Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Konsep pembelajaran menurut Corey (1986:195) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:297) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. UUSPN No.20 tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berfikir yang dapat menigkatkan kemampuan berfikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan menkostruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Pembelajaran mempunyai dua karakteristik yaitu pertama, dalam proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal, bukan hanya menuntut siswa sekedar mendngar, mencatat, akan tetapi menghendaki aktifitas siswa dalam proses berfikir. Kedua, dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses Tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa, yang pada giliranya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri.

 

 

 

 

 

Laporan Bacaan Tentang Kultur Sekolah, Aktivitas Siswa dan Pembelajaran.

  Nama                           : Milda Nim                              : 11901035 Kelas                            : PAI 4E          ...