Sabtu, 24 April 2021

Laporan Bacaan Tentang Manajemen Kelas

 

Nama              : Milda

Nim                 : 11901035

Kelas               : PAI 4E        

Mata Kuliah  : Magang 1

 

Laporan Bacaan Tentang Manajemen Kelas

Pendidikan merupakan salah satu usaha meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pengembangan potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu, Pendidikan memerlukan manajemen. Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan usaha anggota-onggota organisasi serta pendayagunaan seluruh sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Salah satu ruang lingkup manajemen pendidikan yang perlu di kelola adalah kelas karena ditempat itulah terciptanya proses pembelajaran. Pembelajaran yang efektif disebabkan strategi pembelajaran yang bagus, kesiapan sarana dan prasaran, suasana kelas yang aman, nyaman, dan interaksi sosial yang bagus.

Manajemen kelas adalah usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha tersebut mengarah pada penyiapan bahan belajar, sarana prasarana pembelajaran, pengaturan ruang belajar, yang diarahkan untuk mewujudkan suasan pembelajaran yang efektif. Dari sumber bacaan yang saya baca yaitu pada sebuah jurnal yang berjudul “Jurnal Manajemen Pendidikan Islam : Manajemen Kelas yang Efektif Oleh Astuti, Vol. 9, No. 2. 2019” atau linknya https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://core.ac.uk/download/pdf/228816301.pdf&ved=2ahUKEwiUuanNr5jwAhWSf30KHenRDYsQFjABegQIERAC&usg=AOvVaw3djakt4cXCZZjCVJFLSp0g. Dapat saya temukan beberapa kesimpulan mengenai manajemen kelas yaitu mulai dari konsep manajemen kelas yang meliputi : pengertian manajemen kelas, tujuan manajemen kelas, prinsip-prinsip manajemen kelas dan pendekatan dalam manajemen kelas. Kemudian konsep modern manajemen kelas. Nah, dari semua poin-poin yang sudah saya sebutkan langkah berikutnya yaitu pemaparan konsep manajemen kelas dan konsep modern manajemen kelas, sebagai berikut :

1.      Pengertian Manajemen Kelas

Manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris yaitu management, yang diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sementara yang dimaksud kelas secara umum diartikan sebagai sebagai sekelompok peserta didik yang ada pada waktu yang sama menerima pembelajaran yang sama dari pendidik yang sama. Sebagian pengamat yang lain mengartikan kelas menjadi dua pemaknaan, yaitu: Pertama, kelas dalam arti sempit, yaitu berupa ruangan khusus, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam hal ini mengandung sifat-sifat statis, karena sekedar menunjuk pada adanya pengelompokan siswa berdasarkan batas umur kronologis masing-masing. Kedua, kelas dalam arti luas, yaitu suatu masyarakat kecil yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara kreatif untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik dengan baik.

Menurut Sudarman Danim, manajemen kelas dapat didefinisikan sebagai berikut; a) Manajemen kelas adalah seni atau praktis (praktik dan strategi) kerja, b) Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain (semisal dengan sejawat atau peserta didik) untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, dan c) Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain (semisal sejawat atau peserta didik) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien, dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada.

Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk mewujudkan manajemen kelas yang efektif harus sesuai dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran serta memanfaatkan sumber daya secara optimal.

2.      Tujuan Manajemen Kelas

Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, manajemen kelas juga bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Dengan demikian, proses tersebut akan dapat berjalan dengan efektif dan terarah, sehingga cita-cita pendidikan dapat tercapai demi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas.

Sedangkan tujuan manajemen kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen adalah sebagai berikut: a) Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, b) Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terjadinya interaksi pembelajaran, dan c) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.

Apabila tujuan dari manajemen kelas sudah tercapai, maka ada dua kemungkinan yang akan dialami oleh siswa sebagai indikator keberhasilan dari manajemen tersebut, yaitu: Sebuah manajemen kelas dapat dikatakan berhasil apabila sesudah itu setiap siswa mampu untuk terus belajar dan bekerja, kemudian sebuah manajemen kelas juga dapat dikatakan berhasil apabila setiap siswa mampu untuk terus melakukan pekerjaan tanpa membuang-buang waktu dengan percuma.

3.      Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas

Agar manajemen kelas dapat diterapkan dengan baik, penting bagi para guru untuk dapat memahami beberapa prinsip dasar tentang manajemen kelas. Prinsip-prinsip dasar ini sangat dibutuhkan guna memperkecil timbulnya masalah atau gangguan dalam mengelola atau memanajemen kelas. Beberapa prinsip manajemen kelas tersebut, antara lain sebagai berikut:

a.       Guru Harus Hangat dan Antusias

Untuk dapat memiliki sikap yang hangat kepada siswa guru dapat melakukan hal-hal berikut: Bertanyalah tentang kabar siswa-siswi sebelum memulai pelajaran, sediakan waktu dan kesempatan pada siswa untuk mengemukakan persoalan-persoalan yang mereka hadapi, berdoalah untuk mereka. Sedangkan untuk dapat memiliki sikap antusias kepada siswa, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu: Tidak pelit memberikan pujian kepada siswa, selalu berusaha untuk membantu siswa, sering melakukan Sharing pendapat dengan siswa dan menghargai setiap pendapat siswa.

b.      Guru Harus Mampu Memberikan Tantangan

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam memberikan tantangan, yaitu: a) Lakukan evaluasi sederhana secara berkala setiap minggu, selingi dengan kuis, kaitkan dengan dunia luar, dan menggunakan metode yang variatif.

c.       Guru Harus Mampu bersikap Luwes

Setiap guru harus mampu bersikap luwes kepada siswanya. Artinya, di dalam kelas seorang guru tidak harus memosisikan diri sebagai orang yang serba tahu. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh seorang guru, yaitu: Memperlakukan siswa layaknya saudara/anak sendiri, sesekali panggil siswa dengan panggilan “nak”, dan sering menghabiskan waktu bersama siswa.

d.      Beri Penekanan pada Hal Positif

Hal-hal yang perlu dilakukan guru untuk dapat menumbuhkan sikap seperti ini antara lain: Jangan mencela siswa yang berbuat negatif di dalam kelas, selalu ingatkan mereka terhadap tujuan dan cita-cita belajarnya, serta kemukakan apa saja hal-hal yang dapat merusak cita-cita itu, dan berilah pujian jika ada siswa yang sudah melakukan tindakan-tindakan positif.

e.       Penanaman Disiplin Diri

Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah bagaimana agar anak didik dapat mengembangkan sikap disiplin dengan baik. Begitu pula halnya dengan guru. untuk mewujudkan tujuan itu, tentu saja guru harus memberikan teladan yang sesuai.

4.      Pendekatan dalam Manajemen Kelas

Berikut ini beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam manajemen kelas, yaitu :

a.       Pendekatan Kekuasaan : Pendekatan kekuasaan disini memiliki pengertian sebagai sikap konsistensi dari seorang guru untuk menjadikan norma atau aturan-aturan dalam kelas sebagai acuan untuk menegakkan kedisiplinan. Dalam proses itu, peranan guru adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas, sehingga suasana belajar mengajar dapat berlangsung dengan efektif.

b.      Pendekatan Ancaman : Ancaman juga dapat dijadikan pendekatan yang perlu dilakukan guru untuk memanage kelas yang baik. Namun, ancaman disini sepatutnya tidak dilakukan sesering mungkin dan hanya diterapkan manakala kondisi sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan. Selama guru masih mampu melakukan pendekatan lain di luar ancaman, maka akan lebih baik jika pendekatan dengan ancaman ini ditangguhkan.

c.       Pendekatan Resep : Pendekatan resep sangat cocok dilakukan oleh guru sendiri. Dalam hal ini, kita perlu mencatat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengajar di kelas. Ketentuan itu dibuat tidak semata-mata untuk kepentingan guru, melainkan juga untuk kepentingan pengaturan kelas.

d.      Pendekatan Kebebasan : Pendekatan ini juga perlu dilakukan oleh guru untuk dapat memanajemen kelas dengan baik adalah dengan melakukan pendekatan kebebasan.

e.       Pendekatan Pengajaran : Kemampuan guru dalam membuat perencanaan pengajaran sekaligus mengimplementasikannya dalam kelas, merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk dapat mengelola kelas yang baik. Karena itu, buatlah perencanaan pengajaran yang matang sebelum kita masuk kelas dan patuhilah tahapan-tahapan yang sudah kita buat sebelumnya.

f.       Pendekatan Perubahan Tingkah Laku : Sebagaimana prinsipnya, pengelolaan kelas dilakukan sebagai upaya untuk mengubah tingkah laku siswa di dalam kelas dari kurang baik menjadi baik. Oleh sebab itu, kita harus mampu melakukan pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku agar tujuan pengelolaan kelas dapat tercapai dengan baik.

g.      Pendekatan Sosio-Emosional : Sebuah kelas dapat dikelola secara efisien selama guru mampu membina hubungan yang baik dengan siswa-siswanya. Pendekatan yang berdasarkan kepada terjalinnya hubungan yang baik antara guru dan siswa ini disebut dengan pendekatan sosio-emosional.

h.      Pendekatan Kerja Kelompok : Pendekatan kerja kelompok dengan model ini membutuhkan kemampuan guru dalam menciptakan momentum yang mendorong kelompok-kelompok di dalam kelas menjadi kelompok yang produktif.

i.        Pendekatan Elektis atau Pluralistis : Pendekatan elektis biasanya menekankan pada potensi, kreativitas, dan inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan berdasarkan situasi yang dihadapinya. Pendekatan elektis atau disebut juga pendekatan pluralistis, yaitu pengelolaan kelas dengan menggunakan berbagai pendekatan yang memiliki potensi menciptakan proses belajarmengajar agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.

5.      Konsep Modern Manajemen kelas

Manajemen kelas dalam konsep modern dipandang sebagai proses mengorganisasikan segala sumber daya kelas bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dalam mewujudkan manajemen kelas yang efektif maka perlu melakukan perencanaan yang matang mengenai strategi pembelajaran, fasilitas yang diperlukan serta sistem pengaturannya, budaya kelas, dan sistem evaluasi untuk mengukur keberhasilan manajemen kelas. Terkait dengan pendidik dalam hubungannya dengan pelaksanaan manajemen kelas, maka pendidik harus menciptakan suasana kelas yang kondusif, menjadi manajer kelas yang efektif, menjadi leader kelas, menjadi pembimbing peserta didik, mengendalikan disiplin kelas, menata lingkungan fisik kelas. Pendidik bertugas untuk menciptakan, memperbaiki, dan memilhara situasi kelas yang cerdas. Situasi kelas yang cerdas itulah yang mendukung pendidik untuk mengukur, mengembangkan, dan memelihara stabilitas kemampuan, bakat, minat dan energi yang dimilikinya dalam rangka menjalankan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran.

 

 

 

 

Laporan Bacaan Tentang Kultur Sekolah, Aktivitas Siswa dan Pembelajaran.

  Nama                           : Milda Nim                              : 11901035 Kelas                            : PAI 4E          ...