Nama : Milda
Nim : 11901035
Kelas : PAI 4E
Mata
Kuliah : Magang 1
Laporan
Bacaan Tentang Manajemen Kelas
Pendidikan
merupakan salah satu usaha meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pengembangan
potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu, Pendidikan memerlukan manajemen.
Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan
mengendalikan usaha anggota-onggota organisasi serta pendayagunaan seluruh
sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Salah satu
ruang lingkup manajemen pendidikan yang perlu di kelola adalah kelas karena
ditempat itulah terciptanya proses pembelajaran. Pembelajaran yang efektif
disebabkan strategi pembelajaran yang bagus, kesiapan sarana dan prasaran,
suasana kelas yang aman, nyaman, dan interaksi sosial yang bagus.
Manajemen
kelas adalah usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara
sistematis. Usaha tersebut mengarah pada penyiapan bahan belajar, sarana
prasarana pembelajaran, pengaturan ruang belajar, yang diarahkan untuk
mewujudkan suasan pembelajaran yang efektif. Dari sumber bacaan yang saya baca
yaitu pada sebuah jurnal yang berjudul “Jurnal Manajemen Pendidikan Islam : Manajemen
Kelas yang Efektif Oleh Astuti, Vol. 9, No. 2. 2019” atau linknya https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://core.ac.uk/download/pdf/228816301.pdf&ved=2ahUKEwiUuanNr5jwAhWSf30KHenRDYsQFjABegQIERAC&usg=AOvVaw3djakt4cXCZZjCVJFLSp0g.
Dapat saya temukan beberapa kesimpulan mengenai manajemen kelas yaitu mulai
dari konsep manajemen kelas yang meliputi : pengertian manajemen kelas, tujuan
manajemen kelas, prinsip-prinsip manajemen kelas dan pendekatan dalam manajemen
kelas. Kemudian konsep modern manajemen kelas. Nah, dari semua poin-poin yang
sudah saya sebutkan langkah berikutnya yaitu pemaparan konsep manajemen kelas
dan konsep modern manajemen kelas, sebagai berikut :
1. Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu manajemen
dan kelas. Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris yaitu management,
yang diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber
daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sementara yang dimaksud kelas
secara umum diartikan sebagai sebagai sekelompok peserta didik yang ada pada
waktu yang sama menerima pembelajaran yang sama dari pendidik yang sama. Sebagian
pengamat yang lain mengartikan kelas menjadi dua pemaknaan, yaitu: Pertama,
kelas dalam arti sempit, yaitu berupa ruangan khusus, tempat sejumlah siswa
berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam hal ini
mengandung sifat-sifat statis, karena sekedar menunjuk pada adanya
pengelompokan siswa berdasarkan batas umur kronologis masing-masing. Kedua,
kelas dalam arti luas, yaitu suatu masyarakat kecil yang secara dinamis
menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara kreatif untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian, manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk
mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat
memotivasi peserta didik dengan baik.
Menurut Sudarman Danim, manajemen kelas dapat didefinisikan
sebagai berikut; a) Manajemen kelas adalah seni atau praktis (praktik dan
strategi) kerja, b) Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau
melalui orang lain (semisal dengan sejawat atau peserta didik) untuk mengoptimalkan
proses pembelajaran, dan c) Manajemen kelas adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan oleh pendidik,
baik individual maupun dengan atau melalui orang lain (semisal sejawat atau
peserta didik) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien,
dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada.
Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk mewujudkan
manajemen kelas yang efektif harus sesuai dengan perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi pembelajaran serta memanfaatkan sumber daya secara optimal.
2. Tujuan Manajemen Kelas
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Selain itu, manajemen kelas juga bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang
nyaman untuk tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Dengan demikian,
proses tersebut akan dapat berjalan dengan efektif dan terarah, sehingga
cita-cita pendidikan dapat tercapai demi terbentuknya sumber daya manusia yang
berkualitas.
Sedangkan tujuan manajemen kelas menurut Dirjen PUOD
dan Dirjen Dikdasmen adalah sebagai berikut: a) Mewujudkan situasi dan kondisi
kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, b) Menghilangkan
berbagai hambatan yang dapat menghalangi terjadinya interaksi pembelajaran, dan
c) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi,
budaya serta sifat-sifat individualnya.
Apabila tujuan dari manajemen kelas sudah tercapai,
maka ada dua kemungkinan yang akan dialami oleh siswa sebagai indikator
keberhasilan dari manajemen tersebut, yaitu: Sebuah manajemen kelas dapat
dikatakan berhasil apabila sesudah itu setiap siswa mampu untuk terus belajar
dan bekerja, kemudian sebuah manajemen kelas juga dapat dikatakan berhasil
apabila setiap siswa mampu untuk terus melakukan pekerjaan tanpa membuang-buang
waktu dengan percuma.
3. Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas
Agar manajemen kelas dapat diterapkan dengan baik,
penting bagi para guru untuk dapat memahami beberapa prinsip dasar tentang
manajemen kelas. Prinsip-prinsip dasar ini sangat dibutuhkan guna memperkecil
timbulnya masalah atau gangguan dalam mengelola atau memanajemen kelas.
Beberapa prinsip manajemen kelas tersebut, antara lain sebagai berikut:
a. Guru
Harus Hangat dan Antusias
Untuk
dapat memiliki sikap yang hangat kepada siswa guru dapat melakukan hal-hal berikut:
Bertanyalah tentang kabar siswa-siswi sebelum memulai pelajaran, sediakan waktu
dan kesempatan pada siswa untuk mengemukakan persoalan-persoalan yang mereka
hadapi, berdoalah untuk mereka. Sedangkan untuk dapat memiliki sikap antusias
kepada siswa, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu: Tidak
pelit memberikan pujian kepada siswa, selalu berusaha untuk membantu siswa, sering
melakukan Sharing pendapat dengan siswa dan menghargai setiap pendapat siswa.
b. Guru
Harus Mampu Memberikan Tantangan
Beberapa
langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam memberikan tantangan, yaitu: a)
Lakukan evaluasi sederhana secara berkala setiap minggu, selingi dengan kuis, kaitkan
dengan dunia luar, dan menggunakan metode yang variatif.
c. Guru
Harus Mampu bersikap Luwes
Setiap
guru harus mampu bersikap luwes kepada siswanya. Artinya, di dalam kelas
seorang guru tidak harus memosisikan diri sebagai orang yang serba tahu. Untuk
mewujudkan hal tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh seorang
guru, yaitu: Memperlakukan siswa layaknya saudara/anak sendiri, sesekali
panggil siswa dengan panggilan “nak”, dan sering menghabiskan waktu bersama
siswa.
d. Beri
Penekanan pada Hal Positif
Hal-hal
yang perlu dilakukan guru untuk dapat menumbuhkan sikap seperti ini antara
lain: Jangan mencela siswa yang berbuat negatif di dalam kelas, selalu ingatkan
mereka terhadap tujuan dan cita-cita belajarnya, serta kemukakan apa saja
hal-hal yang dapat merusak cita-cita itu, dan berilah pujian jika ada siswa
yang sudah melakukan tindakan-tindakan positif.
e. Penanaman
Disiplin Diri
Tujuan
akhir dari pengelolaan kelas adalah bagaimana agar anak didik dapat
mengembangkan sikap disiplin dengan baik. Begitu pula halnya dengan guru. untuk
mewujudkan tujuan itu, tentu saja guru harus memberikan teladan yang sesuai.
4. Pendekatan dalam Manajemen Kelas
Berikut ini beberapa pendekatan yang dapat dilakukan
dalam manajemen kelas, yaitu :
a. Pendekatan
Kekuasaan : Pendekatan kekuasaan disini memiliki pengertian sebagai sikap
konsistensi dari seorang guru untuk menjadikan norma atau aturan-aturan dalam
kelas sebagai acuan untuk menegakkan kedisiplinan. Dalam proses itu, peranan
guru adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas,
sehingga suasana belajar mengajar dapat berlangsung dengan efektif.
b. Pendekatan
Ancaman : Ancaman juga dapat dijadikan pendekatan yang perlu dilakukan guru
untuk memanage kelas yang baik. Namun, ancaman disini sepatutnya tidak
dilakukan sesering mungkin dan hanya diterapkan manakala kondisi sudah
benar-benar tidak dapat dikendalikan. Selama guru masih mampu melakukan
pendekatan lain di luar ancaman, maka akan lebih baik jika pendekatan dengan
ancaman ini ditangguhkan.
c. Pendekatan
Resep : Pendekatan resep sangat cocok dilakukan oleh guru sendiri. Dalam hal
ini, kita perlu mencatat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan
selama mengajar di kelas. Ketentuan itu dibuat tidak semata-mata untuk
kepentingan guru, melainkan juga untuk kepentingan pengaturan kelas.
d. Pendekatan
Kebebasan : Pendekatan ini juga perlu dilakukan oleh guru untuk dapat
memanajemen kelas dengan baik adalah dengan melakukan pendekatan kebebasan.
e. Pendekatan
Pengajaran : Kemampuan guru dalam membuat perencanaan pengajaran sekaligus
mengimplementasikannya dalam kelas, merupakan pendekatan yang sangat efektif
untuk dapat mengelola kelas yang baik. Karena itu, buatlah perencanaan pengajaran
yang matang sebelum kita masuk kelas dan patuhilah tahapan-tahapan yang sudah
kita buat sebelumnya.
f. Pendekatan
Perubahan Tingkah Laku : Sebagaimana prinsipnya, pengelolaan kelas dilakukan
sebagai upaya untuk mengubah tingkah laku siswa di dalam kelas dari kurang baik
menjadi baik. Oleh sebab itu, kita harus mampu melakukan pendekatan berdasarkan
perubahan tingkah laku agar tujuan pengelolaan kelas dapat tercapai dengan
baik.
g. Pendekatan
Sosio-Emosional : Sebuah kelas dapat dikelola secara efisien selama guru mampu
membina hubungan yang baik dengan siswa-siswanya. Pendekatan yang berdasarkan
kepada terjalinnya hubungan yang baik antara guru dan siswa ini disebut dengan
pendekatan sosio-emosional.
h. Pendekatan
Kerja Kelompok : Pendekatan kerja kelompok dengan model ini membutuhkan
kemampuan guru dalam menciptakan momentum yang mendorong kelompok-kelompok di
dalam kelas menjadi kelompok yang produktif.
i.
Pendekatan
Elektis atau Pluralistis : Pendekatan elektis biasanya menekankan pada potensi,
kreativitas, dan inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai
pendekatan berdasarkan situasi yang dihadapinya. Pendekatan elektis atau
disebut juga pendekatan pluralistis, yaitu pengelolaan kelas dengan menggunakan
berbagai pendekatan yang memiliki potensi menciptakan proses belajarmengajar
agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.
5.
Konsep
Modern Manajemen kelas
Manajemen kelas dalam konsep modern dipandang
sebagai proses mengorganisasikan segala sumber daya kelas bagi terciptanya
proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dalam mewujudkan manajemen kelas
yang efektif maka perlu melakukan perencanaan yang matang mengenai strategi
pembelajaran, fasilitas yang diperlukan serta sistem pengaturannya, budaya
kelas, dan sistem evaluasi untuk mengukur keberhasilan manajemen kelas. Terkait
dengan pendidik dalam hubungannya dengan pelaksanaan manajemen kelas, maka
pendidik harus menciptakan suasana kelas yang kondusif, menjadi manajer kelas
yang efektif, menjadi leader kelas, menjadi pembimbing peserta didik,
mengendalikan disiplin kelas, menata lingkungan fisik kelas. Pendidik bertugas
untuk menciptakan, memperbaiki, dan memilhara situasi kelas yang cerdas.
Situasi kelas yang cerdas itulah yang mendukung pendidik untuk mengukur,
mengembangkan, dan memelihara stabilitas kemampuan, bakat, minat dan energi
yang dimilikinya dalam rangka menjalankan tugas-tugas pendidikan dan
pembelajaran.