Sabtu, 10 April 2021

Laporan Bacaan Tentang Kultur Sekolah

 

Nama              : Milda

Nim                 : 11901035

Kelas               : PAI 4E      

Mata Kuliah  : Magang 1

 

Laporan Bacaan Tentang Kultur Sekolah

Berdasarkan dari bacaan yang saya baca pada sebuah Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 No. 1, 2013 Kultur Sekolah oleh Ariefa Efianingrum atau sumber linknya (https://jurnal.ugm.ac.id/jps/article/view/23404/pdf). Pada jurnal ini membahas tentang Pengertian Kultur Sekolah, Implikasi Kultur Sekolah dalam Perbaikan Sekolah, Aneka dan Praktik Pengembangan Kultur Sekolah.

Pengertian Kultur Sekolah dapat saya simpulkan yaitu Budaya sekolah merupakan himpunan norma-norma, nilai-nilai dan keyakinan, ritual dan upacara, simbol dan cerita yang membentuk persona sekolah. Budaya sekolah juga merupakan cara berpikir tentang sekolah dan berurusan dengan budaya dimana mereka bekerja. Budaya sekolah merupakan jaringan tradisi dan ritual yang kompleks, yang telah dibangun dari waktu ke waktu oleh guru, siswa, orangtua, dan administrator yang bekerja sama dalam menangani krisis dan prestasi. Dalam perjalanannya, sekolah juga memiliki kebiasaan dan upacara-komunal untuk merayakan keberhasilan, untuk memberikan kesempatan selama transisi kolektif, dan untuk mengakui kontribusi masyarakat terhadap sekolah. Budaya sekolah juga meliputi simbol dan cerita yang mengkomunikasikan nilai-nilai inti, memperkuat misi, membangun komitmen, dan rasa kebersamaan. Simbol adalah tanda lahiriyah nilai. Cerita merupakan representasi sejarah dan makna kelompok. Dalam budaya positif, fitur tersebut memperkuat proses pembelajaran, komitmen, dan motivasi, karena menjamin para anggota konsisten dengan visi sekolah.

Dapat disimpulkan, kebudayaan adalah sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Suatu kebudayaan juga merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam 13 bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai karya yang dibuat oleh manusia). Begitu pula dengan kebudayaan atau kultur dalam sekolah. Setiap sekolah memiliki budaya sekolah yang berbeda dan mempunyai pengalaman yang tidak sama dalam membangun budaya sekolah.

Jadi kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas internal-latar, lingkungan, suasana, rasa, sifat dan iklim yang dirasakan oleh seluruh orang. Kultur sekolah merupakan kultur organisasi dalam konteks persekolahan, sehingga kultur sekolah kurang lebih sama dengan kultur organisasi pendidikan. Kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas kehidupan sebuah sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spirit dan nilai-nilai sebuah sekolah. Biasanya kultur sekolah ditampilkan dalam bentuk bagaimana kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerja, belajar dan berhubungan satu sama lainnya sehingga menjadi tradisi sekolah. Kultur sekolah bersifat dinamis. Perubahan pola perilaku dapat mengubah sistem nilai dan keyakinan pelaku dan bahkan mengubah sistem asumsi yang ada, walaupun ini sangat sulit. Namun yang jelas dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan konflik dan jika ini ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan positif.

Menurut para ahli yaitu Menurut Peterson (2002), budaya sekolah dapat mempengaruhi cara orang berpikir, merasa, dan bertindak. Mampu memahami dan membentuk budaya adalah kunci keberhasilan sekolah dalam mempromosikan staf dan belajar siswa. Sedangkan menurut Willard Waller (Deal & Peterson, 2011), sekolah memiliki budaya yang pasti tentang diri mereka sendiri. Di sekolah, ada ritual yang kompleks dalam hubungan interpersonal, satu set kebiasaan, adat istiadat, dan sanksi irasional, kode moral yang berlaku di antara mereka. Orangtua, guru, kepala sekolah, dan siswa selalu merasakan sesuatu yang istimewa, namun seringkali tak terdefinisikan, tentang sekolah mereka, tentang sesuatu yang sangat kuat namun sulit untuk dijelaskan. Kenyataan ini, merupakan aspek sekolah yang sering diabaikan dan akibatnya seringkali tidak hadir dalam diskusidiskusi tentang upaya perbaikan sekolah. Sekolah berperan dalam menyampaikan kebudayaan dari generasi ke generasi dan oleh karena itu harus selalu memperhatikan kondisi masyarakat dan kebudayaan umum.

Selain itu dalam kultur atau kebudayaan sekolah memiliki unsur penting mulai dari yang abstrak/non-material hingga yang konkrit/material, yaitu:

1.      Nilai-nilai moral, sistem peraturan, dan iklim kehidupan sekolah.

2.      Pribadi-pribadi yang merupakan warga sekolah yang terdiri atas siswa, guru, non teaching specialist, dan tenaga administrasi.

3.      Kurikulum sekolah yang memuat gagasan-gagasan maupun fakta-fakta yang menjadi keseluruhan program pendidikan.

4.      Letak, lingkungan, dan prasarana fisik sekolah gedung sekolah, mebelair, dan perlengkapan lainnya.

Kemudian implikasi kultur sekolah dalam perbaikan sekolah juga menjadi peranan penting dalam menunjukkan betapa berpengaruhnya kultur sekolah terhadap berjalannya fungsi sekolah. Dalam kultur sekolah terdapat aspek-aspek kultur sekolah yang berpengaruh terhadap fungsi sekolah, yaitu sebagai berikut :

a.       Visi dan Nilai (Vision and Values)

Visi merupakan citra ideal dan unik tentang masa depan atau orientasi masa depan terhadap kondisi ideal yang dicita-citakan. Sedangkan nilai terdapat dua kategori nilai, yaitu nilai intrinsik dan nilai instrumental. Nilai intrinsik merupakan nilai yang ditegakkan tanpa memperhatikan untung/rugi, misalnya: nilai patriotisme. Sedangkan nilai instrumental merupakan nilai yang didukung karena menguntungkan, misalnya produktivitas. Visi misi tujuan dan nilai-nilai dalam budaya merupakan unsur yang penting. Pentingnya tujuan bermakna norma-norma yang positif, dan nilai-nilai yang dipegang teguh untuk menambahkan semangat dan vitalitas untuk perbaikan sekolah.

b.      Upacara dan Perayaan (Ritual and Ceremony)

Upacara, tradisi, dan perayaan sekolah bermanfaat dalam membangun jaringan informal yang relevan dengan budaya. Dalam upacara dan perayaan yang berlangsung biasanya perangkat sekolah baik itu mulai dari siswa-siswi, para guru, kepala sekolah dan anggota komite sekolah saling berinteraksi untuk menjalin kerjasama yang baik demi kemajuan sekolah. Jadi dalam kegiatan atau acara ini dapat meningkatkanvisi dan  semangat (spirit) sekolah untuk perbaikan sekolah.

c.       Sejarah dan Cerita (History and Stories)

Sejarah merupakan suatu hal yang sangat melekat akan budaya sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya sejarah dapat meningkatkan perbaikan sekolah.

d.      Arsitektur dan Artefak (Architecture and Artifacts)

Sekolah pasti mempunyai simbol yang sangat khas yaitu seperti seragam sekolah, motto, logo, arsitektur, lagu (mars/hymne), kata-kata motivasi dan tindakan yang mencerminkan visi dan misi sekolah. Hal ini yang menjadi ciri-ciri yang menonjol dan merupakan aspek-aspek dari bagian kultur sekolah. Dengan adanya arsitektur atau simbol dari sekolah inilah yang membuat sekolah dikenal dengan cara yang berbeda.

Selain pengertian kultur sekolah dan implikasi kultur sekolah dalam perbaikan sekolah tentunya ada tindakan atau praktik pengembangan kultur sekolah untuk kemajuan sekolah tersebut. Pengembangan kutur sekolah dapat dilakukan melalui berbagai macam tindakan yaitu sebagai berikut :

1.      Melalui Prestasi Akademik

Tak asing lagi bagi kita apalagi sebagai calon pendidik bahwa prestasi akademik merupakan suatu peningkatan perkembangan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran yang sangat dihargai oleh sekolah. Prestasi akademik yang didapatkan oleh peserta didik merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bagi pendidik, karena telah berhasil mendidik siswa-siswinya berkembang dengan signifikan dengan menoreh sebuah prestasi sekolah baik itu prestasi dalam mata pelajaran, juara kelas maupun juara tingkat sekolah dan menjadi suatu kebanggaan bagi kedua orang tua. Prestasi akademik sangat menunjang pengembangan kultur sekolah, karena tujuan dari sekolah ialah mencerdaskan anak bangsa tanpa diskriminasi.

2.      Melalui Prestasi Non-Akademik

Selain melalui prestasi akademik, dalam kultur sekolah prestasi yang menunjang siswa-siswinya untuk berkembang ialah melalu prestasi non-akademik yang dapat diasah secara maksimal melalui bakat dan minat peserta didik. Prestasi non-akademik dapat dikembangkan melalui seni, olahraga, organisasi-organisasi sekolah dan lainnya yang merupakan bagian dari kultur sekolah. Kegiatan dalam mengembangkan bakat dan minat ini sering disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler.

Dalam kegiatan ekstrakurikuer ini peserta didik diberikan ruang untuk mengembangkan potensi atau kemampuan setiap peserta didik sesuai minatnya tanpa ada unsur paksaan. Sehingga dengan begitu peserta didik merasa nyaman dan maksimal dalam mengasah potensi mereka sehingga dapat bersaing dengan siswa-siswi yang berasal dari sekolah lain untuk menunjukkan kemampuan atau potensi mereka dengan bersaing secara sehat sehingga mendapat predikat siswa-siswi berprestasi non-akademik.

Prestasi non-akademik selain memberikan ruang atau kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang dimilikinya juga sebagai bentuk dalam kemajuan sekolah.

3.      Melalui Karakter

Karakter peserta didik merupakan suatu bagian terpenting yang harus diperhatikan oleh sekolah terutama para pendidik. Karakter menjadi bagian terpenting dalam menentukan keberhasilan peserta didik kedepannya. Karakter mencakup sikap dan moral peserta didik. Apabila peserta didik memiliki karakter yang bagus maka karakter tersebut akan menjadi kebiasaan peserta didik ketika berinteraksi atau bergaul dengan masyarakat ataupun lingkungan sekitarnya. Begitu pula sebaliknya, jika peserta didik memiliki karakter yang buruk disekolah, maka karater tersebut akan menjadi kebiasaan yang buruk pula ketika peserta didik sudah berada dilingkungan sekitarnya.

Maka dari itu karakter menjadi perhatian yang cukup besar bagi sekolah dalam pengembangan kultur sekolah agar setiap peserta didik memiliki karakter yang bagus, baik itu dari sikap dan moralnya agar dapat mencontohkan kepada lingkungan sekitarnya bahwa mereka merupakan orang yang berpendidikan sehingga terhindar dari hal-hal yang dapat menjerumuskannya kedalam hal yang buruk.

4.      Melalui Kelestarian Lingkungan Hidup

Dengan budaya sekolah seperti kegiatan meningkatkan kelestarian hidup ini, peserta didik diajarkan bagaimana menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan baik dan benar. Sehingga peserta didik memiliki kesadaran betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan menjelaskan bahaya jika tidak menjaga kelestarian lingkungan hidup yang dapat merugikan semua makhluk hidup. Dengan memberikan contoh jika membuang sampah sembarangan, maka akibat dari membuang sampah secara sembarangan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah dan lainnya. Karena tumpukan sampah menjadi sarang bagi lalat dan nyamuk sehingga dapat menimbulkan berabagai penyakit.

Selain terhindar dari berbagai penyakit jika menjaga kelestarian lingkungan hidup, sekolah juga dapat penghargaan jika sekolah tersebut bersih, asri dan nyaman dengan predikat sekolah adiwiyata. yaitu sekolah menjaga kelestarian lingkungan hidup. Penghargaan tersebut perlu diapresiasi dalam menstimulasi terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan. Namun demikian, predikat sekolah adiwiyata tidak muncul dengan sendirinya tanpa diupayakan melalui pengembangan kultur sekolah ramah lingkungan. Untuk mewujudkannya, memerlukan komitmen bersama seluruh warga sekolah dalam pengembangan kultur sekolah yang ramah lingkungan.

 

 

Laporan Bacaan Tentang Kultur Sekolah, Aktivitas Siswa dan Pembelajaran.

  Nama                           : Milda Nim                              : 11901035 Kelas                            : PAI 4E          ...